Profile

So lemme introduce a bit about myself here, I'm Intan Rizky Yuliani, just Intan for short
I love my girlies, we laugh, we cries, we doing fun stuff
And yes, i have a boyf, but i'm in love in "someone" in my college HAAHHA ssshhh :P


Affiliates
Kikih Maya Nining Okty Vira Sally
Misc


hiruk - pikuk di jantung pasar
Selasa, 06 April 2010 / 19.40

Matahari belum lama menampakkan sinarnya di bumi ini, namun suasana yang terlihat di Pasar Induk Kramat Jati seperti tak kenal lelah. Saat itu baru menunjukkan pukul 05.30, akan tetapi rutinitas di pasar itu sudah begitu padat seperti dikejar waktu. Para pekerja dengan gigih mengangkat sayur – mayur dan buah – buahan dari truk langsung ke pedagang. Mungkin suasana itulah yang tepat menggambarkan Pasar Induk Kramat Jati yang terdapat bilangan Jakarta Timur. Pasarnya para pedagang pasar, itulah istilah khas pasar ini.

Di tengah salah satu los yang tersedia di pasar ini duduk seorang bapak yang sedang asyiknya membaca majalah, dan disampingnya terlihat dua orang pegawainya sedang membersihkan barang dagangannya. Karyadi (29) asal Bogor, mengatakan bahwa kesehariannya hanya berjualan di pasar ini guna memenuhi kebutuhan istri dan 2 orang anaknya. “Pulang kira-kira dua kali seminggu, waktunya ga tentu selebihnya ya saya tidur di los sini,” ujar pemilik UD. Mandiri Wangi Los G ini.

Baginya setelah bekerja selama 10 tahun di pasar ini jarang sekali mengalami duka, karena barang dagangannya tak pernah sisa sedikitpun. Dia pastikan dalam sehari menghabiskan 2 ton sayur – mayur yang dikirim langsung dari perkebunan Bogor dan Cipanas. Para pembeli mayoritas adalah para pedagang di Pasar – pasar Jakarta yang ramai mengunjungi Pasar Induk Kramat Jati mulai pukul 3 sore hingga subuh. Keuntungan yang diraupnya mencapai 1 juta rupiah per harinya. “Keuntungan segitu sangat sebanding dengan pekerjaan kami yang tidak kenal waktu, kami buka efektif jam 9 pagi sampai 8 malam dan subuhpun kami harus sudah bekerja lagi, belum lagi pungutan yang beredar mencapai 100 ribu perharinya” ungkap Karyadi.

Para pengunjung pun tak perlu khawatir karena barang - barang Pasar Induk Kramat Jati juga dapat dibeli secara eceran tak harus beli dalam partai besar, walaupun harganya pasti berbeda. Dan pasar ini pun beda dengan pasar – pasar lainnya, anti becek, anti panas, anti bingung untuk mencari parkiran karena lahan Pasar Induk Kramat Jati mencapai 5000 m2 setelah mengalami renovasi 3 tahun yang lalu.

Label:


(c) kikih 2009