Profile

So lemme introduce a bit about myself here, I'm Intan Rizky Yuliani, just Intan for short
I love my girlies, we laugh, we cries, we doing fun stuff
And yes, i have a boyf, but i'm in love in "someone" in my college HAAHHA ssshhh :P


Affiliates
Kikih Maya Nining Okty Vira Sally
Misc


Pedagang Illegal Tak Lagi " Kucing - Kucing"an
Selasa, 06 April 2010 / 19.44
Sore itu hujan mengguyur kota Jakarta. Seperti membius warganya yang enggan untuk keluar rumah. Hal itu terlihat dari sepinya pengunjung di Pasar Permai Tanjung Priok Jakarta Utara. Alunan lagu – lagu dari penyanyi asing maupun local menjadi irama tersendiri di Pasar ini. Setiap penjual menjajakan CD yang mereka jual. Sayangnya barang – barang yang dijajakan itu ilegal alias bajakan. Tak sedikit pula dari mereka yang menjual DVD porno. Ada yang secara gamblang dipajang, adapula yang diam – diam hanya langganan tertentu yang mengetahui bahwa sang pedagang menjual DVD porno itu.

Fenomena inilah yang terjadi di masyarakat kita. Mereka hanya berpikir bagaimana mereka dapat hidup untuk hari esok. Mungkin rasa malu dan moralitas mereka hilang. Dan itulah yang membuat awal tiada berakhir yang mampu membuat generasi muda kian terpuruk.

Bang Icang (35) pria asal Surabaya ini salah satu pedagang DVD bajakan termasuk DVD porno didalamnya mengaku telah berjualan disini sekitar 8 tahun semenjak tempat ini direnovasi. Awalnya ia bekerja sebagai kuli bangunan yang tidak tetap pekerjaanya. Pria yang mengaku belum menikah ini mengungkap alasanyya berjualan ini karena sang kakak yang juga berjualan DVD bajakan sehingga ia tertarik untuk ikut berjualan juga.

Tak terlalu berat untuk berjualan ini. Jam 10 pagi ia harus sudah merapikan lapaknya, namun para pengunjung pasar ramai sekitar pukul 5 sore. Dan tutup pukul 10 malam. Setiap harinya lebih dari Rp. 200.000,- bisa ia dapatkan. Mayoritas pelanggan dari kalangan pelajar sampai bapak – bapak yang bertempat tinggal di daerah situ. Ia tidak memberitahu secara pasti dimana mendapatkannya ia hanya menyebutkan di Jakarta ia mendapatkan semua barang dagangannya.

Untuk membuka lapak disini ia membayar sewa tempat sekitar Rp. 300.000 perbulan. Dan pungutan – pungutan pastinya beredar sampai Rp. 10.000 perharinya. Ia menyadari pekerjaanya tidak baik dan melanggar hukum namun menurutnya pekerjaan ini lebih memberikan hasil dibandingkan ia harus menjadi kuli bangunan yang tidak tentu hasil.

Tak terlalu banyak yang dapat ia ungkapkan. Karena ia sadar akan pekerjaannya yang salah, ia takut salah – salah dalam ucapan yang bisa menyebabkan pekerjaannya terganggu. Mungkin keberadaan mereka telah diakui oleh aparat setempat. Karena sampai sekarang tidak pernah ada razia – razia besar yang dilakukan. Padahal tempat ini dekat sekali dengan POLRES JAKARTA UTARA. Seharusnya mereka lebih sigap menangani hal ini.


Label:


(c) kikih 2009