Profile

So lemme introduce a bit about myself here, I'm Intan Rizky Yuliani, just Intan for short
I love my girlies, we laugh, we cries, we doing fun stuff
And yes, i have a boyf, but i'm in love in "someone" in my college HAAHHA ssshhh :P


Affiliates
Kikih Maya Nining Okty Vira Sally
Misc


Mendengarkan
Selasa, 06 April 2010 / 20.44
I. Definisi:
Mendengarkan diartikan sebagai proses aktif menerima rangsangan (stimulus) telinga (aural) menyangkut penerimaan rangsangan dan karenanya berbeda dengan mendengar sebagai suatu proses fisiologis dan tidak terbatas pada isyarat – isyarat verbal (kata), melainkan juga mencakup semua isyarat yang dapat didengar dan merupakan keterampilan penting dalam segala bentuk komunikasi antar manusia.

II. Jenis – Jenis Mendengarkan
1. Mendengarkan untuk kesenangan
Mendengarkan musik, siaran olahraga atau pertunjukan televise pada dasarnya untuk kesenangan. Ketika mendengarkan untuk kesenangan, kadangkala kita melupakan hal – hal di sekitar kita.
2. Mendengarkan untuk informasi
Sebagai mahasiswa atau pelajar, tanggung jawab utama mendengarkan anda terpusat pada mendengarkan untuk informasi. Dalam kelompok kecil atau situasi antar pribadi, banyak dari waktu anda digunakan untuk mendengarkan informasi.
Kedua macam kegiatan mendengarkan ini seringkali saling berkaitan. Seringkali kita belajar untuk memperoleh sesuatu meskipun dari acara hiburan.Contohnya program acara “Sesame Street”.
3. Mendengarkan untuk membantu
Mendengarkan seseorang mengeluh, membicarakan suatu masalah atau berusaha mengambil keputusan itu adalah contoh mendengarkan untuk membantu.

III. Proses Mendengarkan
1. Penerimaan
• Menerima petunjuk verbal maupun nonverbal
• Menerima umpan balik secara efektif, ditandai dengan kepekaan yang akan memungkinkan anda merasakan adanya umpan balik dalam situasi dimana biasanya dapat terabaikan begitu saja. Selain itu juga harus adanya dukungan, keterbukaan pikiran dan kespesifikan.
• Menerima umpan maju atau pesan pembuka, yaitu menerima informasi yang diberikan sebelum pesan pokok disampaikan
• Lawan sumber – sumber gangguan atau interferensi (surat kabar, majalah, stereo) sehingga tugas mendengarkan anda tidak menghadapi pesaing.
2. Pemahaman
• Merelasikan data baru ke pengetahuan informasi
• Melihat tujuan, pandangan si pembicara
• Bertanya
• Merangkai ide
3. Pengingatan
• Mengidentifikasikan pusat ide
• Merangkum pesan
• Mengulang nama dan kunci konsep
4. Evaluasi
5. Respons

IV. Mendengarkan Secara Efektif
Empat dimensi mendengarkan, antara lain:
1. Mendengarkan Partisipatif dan Pasif
Kunci mendengarkan yang efektif adalah berpartisipasi. Barangkali persiapan terbaik untuk mendengarkan yang partisipatif adalah berlaku seperti seseorang yang berpartisipasi (secara fisik dan mental) dalam tndak komunikasi. Mendengarkan secara pasif – mendengarkan tanpa berbicara dan tanpa mengarahkan pembicaraan dengan cara – cara nonverbal – merupakan cara yang ampuh untuk mengkomunikasikan akseptansi. Mendengarkan secara pasif memungkinkan pembicara mengembangkan pemikiran dan gagasannya didepan orang lain yang menerima tetapi tidak mengevaluasi. Dengan mendengarkan secara pasif, anda menciptakan suasana yang mendukung dan reseptif. Jika ini telah tercipta, anda mungkin dapat mulai berpartisipasi secara lebih aktif, secara verbal dan nonverbal. Bentuk lain dari mendengarkan secara pasif adalah sekedar duduk bersandar, santai dan membiarkan rangsangan suara membelai tanpa menggunakan energi yang berarti, dan khususnya tanpa harus mengarahkan rangsangan itu samasekali.
Dalam melakukan upaya mendengarkan secara partisipatif dan pasif, terdapat pedoman – pedomannya antara lain:
a. Berusahalah mendengarkan. Mendengarkan adalah kerja keras, karena itu bersiaplah untuk berpartisipasi secara aktif.
b. Lawanlah sumber – sumber gangguan sedapat mungkin
c. Jangan melamun, akan membuat pikiran ngelantur.
d. Karena kita dapat memproses informasi lebih cepat daripada kecepatan pembicara berbicara, seringkali ada waktu senggang. Gunakanlah waktu senggang ini untuk secara mental meringkas pemikiran pembicara, menyusun pertanyaan, menarik hubungan antara apa yang telah anda dengar dengan apa yang telah anda ketahui.
e. Asumsikanlah bahwa apa yang dikatakan pembicara bermanfaat.
2. Mendengarkan Secara Empatik dan Secara Obyektif
Jika kita ingin memahami apa yang dimaksud dan dirasakan seseorang anda perlu mendengar dengan empati. Berempati kepada orang lain artinya ikut merasakan apa yang dirasakan.
Dalam mengatur focus empatik dan obyektif, ingatlah beberapa saran berikut ini:
• Lakukan dialog, jangan monolog, karena komunikasi adalah proses dua-arah
• Pahamilah sudut pandang pembicara
• Pandanglah pembicara sebagai pihak yang setara
• Cobalah memahami pemikiran dan perasaan lawan bicara
• Jangan mendengarkan secara “ofensif”
3. Mendengarkan Tanpa Menilai dan Mendengarkan Secara Aktif
Mendengarkan secara efektif melibatkan tanggapan baik yang bersifat tidak menilai (nonjudgemental) maupun yang kritis. Kita perlu mendengarkan tanpa menilai maksudnya mendengarkan dengan pikirn yang terbuka dan berusaha memahami. Tetapi, kita juga perlu mendengarkan secara kritis dengan tujuan melakukan evaluasi atau penilaian
Dalam mengatur tindak mendengarkan tanpa menilai dan tindak mendengarkan secara kritis, perhatikanlah pedoman pedoman berikut:
• Jagalah agar pikiran selalu terbuka
• Jangan menyring pesan yang sulit
• Jangan menyaring pesan yang tidak disukai
• Sadarilah bias – bias kita sendiri
• Nilailah isi sesuai dengan yang disampaikan
• Janganlah mendengarkan secara ceroboh sehingga harus kritis bila melakukan evaluasi
4. Mendengarkan Secara Dangkal dan Secara Dalam
Dalam mengatur tindak mendengarkan dangkal dan dalam, pertimbangkanlah pedoman – pedoman berikut:
• Pusatkan perhatian pada pesan verbal maupun nonverbal
• Dengarkanlah baik pesan yang menyangkut isi maupun hubungan
• Perhatikanlah secara khusus pernyataan yang mengacu-balik kepada pembicara
• Lihatlah hutan, jangan pohon
• Jangan mengabaikan makna harfiah dari pesan antarpribadi dalam usaha mengungkapkan makna yang lebih tersembunyi.

V. Mendengarkan Secara Aktif
Bahwa pada umunya kita perlu menjadi peserta aktif dalam komunikasi.
1. Fungsi mendengarkan Aktif
• Memungkinkan pendengar mengecek pemahamannya terhadap apa yang dikatakan pembicara dan maksudnya.
• Melalui proses mendengarkan aktif pendengar mengutarakan akseptansinya terhadap perasaan pembicara.
• Mendengarkan aktif merangsang pembicara menggali perasaan dan pemikirannya.
2. Teknik Mendengarkan Aktif
• Mengulang pemikiran pembaca
• Menyatakan pengertian terhadap perasaan pembicara
• Ajukan pertanyaan

VI. Hambatan – Hambatan Terhadap Mendengarkan Yang Efektif
1. Sibuk dengan diri sendiri
Penghambat paling serius dan paling merusak atas mendengarkan yang efektif adalah kecenderungan kita untuk menjadi sibuk dengan diri sendiri. Adakalanya kesibukan diri sendiri timbul karena kita memikirkan apa yang akan kita katakana untuk menanggapi pembicaraan lawan bicara kita.
2. Sibuk dengan masalah – masalah Eksternal
Penghambat lain adalah kecenderungan untuk memusatkan perhatian pada masalah – masalah yang tidak relevan dengan interaksi. Contohnya ketika kita mendengarkan dosen bebrbicara di depan, tetapi pikiran kita ke tempat lain.
3. Mempertajam (Sharpening)
Dalam mempertajam, satu atau dua aspek dari pesan disoroti, di tekankan dan barangkali dibumbui. Seringkali konsep yang kita pertajam adalah hal tertentu yang kebetulan menonjol dibandingkan dengan aspek yang lain.
4. Asimilasi
Asimilasi adalah kecenderungan untuk merekonstruksi pesan sedemikian hingga sesuai dengan sikap, prasangka, kebutuhan dan nilai sendiri.
5. Faktor kawan atau lawan
Faktor kawan atau lawan seringkali membuat kita mendistorsi pesan karena sikap kita terhadap orang lain. Sebagai contoh, jika kita menganggap lawan bicara kita bodoh maka kita akan berusaha mencoba mendengarkannya secara obyektif. Dan pendengar harus berusaha keras untuk mendengar mengevaluasi apa yang dikatakannya tanpa prasangka.
6. Mendengar yang diharapkan
Bila kita mendengarkan, seringkali kita terhanyut dalam pesan pembicara. Tetapi, acapkali kita tidak mendengar apa yang sebenarnya dikatakan dan sebaliknya mendengar apa yang kita harapkan.

Label:


(c) kikih 2009