Profile

So lemme introduce a bit about myself here, I'm Intan Rizky Yuliani, just Intan for short
I love my girlies, we laugh, we cries, we doing fun stuff
And yes, i have a boyf, but i'm in love in "someone" in my college HAAHHA ssshhh :P


Affiliates
Kikih Maya Nining Okty Vira Sally
Misc


Metodologi Riset Radio
Selasa, 06 April 2010 / 20.59
METODOLOGI RISET RADIO

Riset pendengar radio sangat penting dilakukan stasiun radio, bagi stasiun radio di kota-kota besar riset dilakukan secara periodic (tahunan) oleh lembaga professional seperti SRI (Survey Riset International), Frank Small, dll.

Metodologi riset pada Radio dibagi menjadi 2:
1. Riset Rating:
Ketika radio mulai populer pada 1920-an, dan para pengiklan mulai melihat potensinya untuk menarik pelanggan, mereka menghadapi problem untuk mengukur jumlah audience. Berbeda dengan media cetak, yang memiliki angka sirkulasi yang jelas, media elektronik tak punya data penonton yang memadai, kecuali angka perkiraan. Surat sukarela dari pendengar radio adalah sumber data pertama, namun sukarelawan jelas tidak mewakili audience umum.
Dari sinilah, mulai dikenal studi rating dengan pengambilan sample dari audience. Studi rating ini untuk waktu-waktu mendatang masih akan terus digunakan, namun ada beberapa hal mendasar yang perlu diketahui tentang sistem rating.
Rating hanyalah pendekatan atau perkiraan dari ukuran jumlah audience. Rating ini tidak mengukur kualitas program atau pendapat tentang program.
Rating tidak bisa dijadikan bahan pegangan secara sama. Perusahaan pengukur rating yang berbeda bisa menghasilkan angka rating yang berbeda, untuk pasar yang sama pada periode waktu yang sama.
Di Indonesia, studi rating radio dilakukan oleh lembaga riset AC Nielsen.

2. Riset Non-Rating:
Riset Non-Rating memberikan informasi tentang apa yang disukai dan tidak disukai oleh audience, menganalisis berbagai jenis pemrograman, serta info demografi dan gaya hidup audience, dan banyak lagi.
Semua informasi ini dimaksudkan untuk membekali para pengambil keputusan di industri media dengan informasi, yang dapat menghapus pendekatan kira-kira. Riset non-rating memang tidak bisa memecahkan semua persoalan yang dihadapi pihak penyiaran, namun bisa digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Bentuk riset:
1. Small Group
Riset dengan menggunakan 8-12 orangbiasanya menguji produk acara, berkumpul dan berdiskusi mengenai program acara.
Kelompok ini terdiri dari pendengar radio serta dapat melibatkan pakar sperti ahli komunikasi, psikologi, agamawan, mereka berdiskusi dipimpin oleh staf stasiun radio yang bersangkutan.
Masalah yang dibicarakan bisa menyangkut materi acara baru, maupun rencana pengadaan acara-acara baru serta evaluasi acara yang tengah disiarkan.
Untuk keikutsertaan diskusi ini, pihak radio biasanya memberikan honorarium atau cenderamata.

2. Telepon

3. Wawancara
Mendatangai orang dari rumah ke rumah atau mengumpulkan orang-orang dengan jumlah tertentu di suatu tempat. (in depth research)

4. Surat
Dialakukan secara tertutup, yaitu dengan mengirimkan langsung kepada khalayakyang dituju

DAFTAR ISTILAH KERADIOAN

Rating :
Persentase stastistik yang menunjukkan jumlah atau besarnya pendengar suatu stasiun penyiaran.
Share
( persentase dari semua pendengar yang dengan stasiun tertentu ) :
Persentase statistik yang menunjukkan jumlah pendengar satu stasiun dibandingkan stasiun – stasiun lain di suatu daerah.
Auditorium testing :
Metode penelitian stasiun yang mencari tanggapan atas potongan lagu – lagu yang diputar didepan puluhan orang yang berkumpul diruangan yang luas atau auditorium.
Gross rating points
Keseluruhan dari nilai rating yang dicapai untuk komersial yang terjadwal.
Demografics
Statistik perwkilan populasi biasanya digunakan di dalam radio berkaitan dengan karekteristik khalayak pendengar.

PEMERINGKATAN RADIO DI JAKARTA

Radio Advisor

Market : Jakarta
Survey : Survey #
Session : ALL DAY ALL TIME
Pl. of Listening : All
Potential (000's) Sample Potential (000's) Sample
22085 2273 10872 1094

Radio All People 10+ Female 10+ Index
Cume % Tarp % Cume % Tarp %
1 BENS 19.1 1 17.4 0.83 91%
2 OTHER 18.5 0.84 18.5 0.88 100%
3 RIA 10.7 0.5 10.4 0.44 97%
4 I-RADIO 10 0.47 10.3 0.52 103%
5 ELGANGA 9.8 0.36 9.5 0.35 97%
6 RKM 7.8 0.3 8.5 0.35 109%
7 ELSHINTA 7.5 0.34 6.4 0.22 85%
8 MUARA 7.4 0.31 6.4 0.26 86%
9 MEGASWARA 7.1 0.42 7.5 0.43 106%
10 MERSI 6.5 0.37 5.3 0.35 82%
11 SPFM 6.5 0.36 5.3 0.29 82%
12 SONORA 5.7 0.19 5.6 0.17 98%
13 CBB 4.8 0.22 4.8 0.21 100%
14 PRAMBORS 4.7 0.18 4.8 0.22 102%
15 ALAIKASLM 3.7 0.15 4 0.16 108%
16 TRAX FM 3.6 0.1 3.4 0.09 94%
17 CAMAJAYA 3.2 0.18 3.2 0.18 100%
18 MUSTANG 3.2 0.15 3.7 0.2 116%
19 PRO2 3.2 0.1 3 0.11 94%
20 HRFM 2.9 0.11 2.9 0.09 100%
21 DSP 2 0.16 2.5 0.24 125%
22 DAKTA 1.9 0.08 2.2 0.1 116%
23 GAYA 1.9 0.06 1.9 0.08 100%
24 MUSIC CITY 1.9 0.09 1.5 0.08 79%
25 KISI 1.7 0.08 1.9 0.09 112%
26 BANTEN 1.6 0.07 1.5 0.07 94%
27 CAKRAWALA 1.6 0.05 1.5 0.04 94%
28 KIS 1.6 0.04 1.5 0.05 94%
29 PBS 1.6 0.15 1.1 0.08 69%
30 SUARAMETRO 1.6 0.04 1.7 0.04 106%
31 CENDRAWASI 1.5 0.04 1.6 0.05 107%
32 ADYASA 1.3 0.06 1.1 0.04 85%
33 BAHANA 1.3 0.05 1.7 0.05 131%
34 FEMALE 1.3 0.03 1.6 0.04 123%
35 RAMAKO 1.3 0.04 1.2 0.02 92%
36 SENTRA KMD 1.3 0.05 1.3 0.03 100%
37 COSMOPOLIT 1.2 0.03 1.1 0.02 92%
38 LESMANA 1.2 0.03 1.2 0.04 100%
39 ELNURY 1.1 0.08 0.5 0.07 45%
40 MSTRI 1.1 0.02 1.1 0.01 100%
41 PESONA 1.1 0.04 1.3 0.05 118%
42 RPK 1.1 0.06 1.5 0.07 136%
43 SAFARI 1.1 0.06 1.4 0.05 127%
44 P2SC 1 0.04 1.2 0.06 120%
45 DELTA 0.9 0.03 0.6 0.03 67%
46 TRIJAYA 0.9 0.02 0.7 0.01 78%
47 SUARA JKT 0.8 0.03 1 0.04 125%
48 TOPFM 0.8 0.02 0.7 0.02 88%
49 UFM 0.7 0.02 0.9 0.03 129%
50 RRI 0.6 0.02 0.4 0.01 67%
51 ERFM 0.4 0.01 0.5 0 125%
52 PATRIOT 0.3 0.01 0.1 0.01 33%
Total 60.5 8.28 58.8 7.99 97%

Label:


(c) kikih 2009